Categories
Bumisari Kunjungan Lapangan

Jati Asia vs Jati Solomon

Proyek jati di kebun Bumisari terdiri dari beberapa macam jenis Jati, bibit Jati dari Jawa,
Thailand dan Malaysia. Pertumbuhan pohon Jati tidak sama dibandingkan dengan Jati yang
ditanam di kebun Cibening. Jati yang ditanam di kebun Cibening adalah jenis Solomon
walaupun ada beberapa persen juga dari Jawa, Thailand dan Malaysia.

Untuk jati yang ditanam di kebun Bumisari, walaupun umurnya sudah tujuh taun tetapi diameter
pohon hanya 53 cm. Batang tidak tegak lurus, dan kanopi lebar, jadi pekerja harus rajin
membersihkan tanah karena banyak daun kering.
Pemeliharaan kebun Bumisari cukup standar, pemotongan rumput liar, pemberian fungisida dan
pupuk kalau diperlukan, pekerja hanya perlu terus memperhatikan apakah pohon Jati terserang
penyakit atau tidak. Umur pohon sudah tujuh tahun dan hanya menunggu beberapa tahun lagi
sudah bisa dipanen. Jalan setapak di dalam kebun juga harus bebas dari daun kering dan
rumput, karena setelah musim hujan biasanya jalan ditutupi oleh rumput liar.

Pekerja kebun di Bumisari juga baru saja memanen singkong, cukup banyak tetapi ukurannya
tidak sebesar singkong di Cibening yang tanahnya lebih subur.

Perkebunan monokultur perlu perhatian khususnya tanah, erosi yang disebabkan oleh hujan
deras tidak bisa dihindari. Mungkin seharusnya ada tanaman yang ditanam diantara pohon
Jati agar tanah kuat atau harus membuat parit agar air bisa turun melalui parit.

Desa Bumisari mendapatkan bantuan pompa air dari LSM keagamaan asing, saat ini
dipergunakan oleh warga untuk minum, masak, mandi dan cuci.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Metric conversion

 

[ezfc name=’New form2′ /]

[ezfc name=’New form3′ /]

[ezfc name=’New form4′ /]

×